Di postingan ini kami akan bahas perihal untung rugi jadi seorang freelancer yang perlu diketahui. Untuk membuka wawasan Anda mengenai dunia freelance, berikut sedikit cerita mengenai untung dan ruginya menjadi seorang tenaga freelancer. Seorang freelancer bisa jadi sukses, namun bisa juga jadi terpuruk.

Jadi Seorang Freelancer

Untung Ruginya Jadi Seorang Freelancer

Ada banyak keuntungan sebagai seorang freelancer. Namun selain dari sisi untung, menjadi seorang tenaga freelance juga ada sisi ruginya.

Keuntungan Jadi Tenaga Freelancer

Keuntungan jadi seorang freelancer di antaranya yaitu :

a. Tidak terikat pada perusahaan dan waktu yang fleksibel

Seorang freelance tentunya tak akan terikat pada aturan perusahaan dengan birokrasinya yang tak fleksibel. Anda tentu tak akan terikat kontrak kerja (bila sistem kerja kontrak) yang mesti diselesaikan tepat pada waktunya. Dengan jadi seorang tenaga freelance bisa berpindah kerja sesuai keinginan.

Jadi seorang freelancer juga bisa menentukan waktu mulai dan selesai kerja sendiri. Hal ini akan sulit dilakukan bila Anda masih terikat bekerja di suatu kantor. Nonton film di bioskop pada saat jam kerja, pada saat orang-orang sibuk menghitung angka-angka. Sesudah puas nonton baru Anda mulai bekerja.

Tapi di sini memang dibutuhkan juga tanggung jawab. Santai boleh, namun tak melupakan tanggung jawab terhadap proyek yang dikerjakan. Selain itu juga dapat menyelesaikan proyek tersebut tepat waktu.

b. Tempat bekerja bebas

Dengan jadi seorang freelancer juga memiliki tempat kerja yang bebas. Bila Anda punya seorang anak tentunya dapat bekerja di rumah sembari mengurusi anak. Anda juga mengerjakan pekerjaan di cafe, sembari ngopi atau ngeteh dan menunggu sore tiba. Anda pun bisa mencoba ke daerah yang tenang, jauh dari keramaian kota, untuk mengerjakan proyek yang sedang digarap. Jadi tempat bekerjanya sangat fleksibel, tak harus berada seharian di depan komputer, yang mungkin biasa dikerjakan para pekerja kantor.

c. Membangun ruangan kerja sesuai keinginan

Dengan jadi seorang freelancer kita bisa membangun ruangan kerja atau kantor sendiri. Anda dapat mengecat ruang kerja dengan warna sesuai keinginan, bisa menaruh TV atau kulkas dekat tempat kerja. Jika perlu penyegaran tentu Anda tinggal :

  • menonton acara favorit,
  • menonton DVD,
  • mendengar musik kesukaan,
  • dll.

Anda pun dapat menaruh kursi santai di sekitar tempat kerja. Sehingga ketika lelah Anda bisa bersantai dan berleha-leha dulu. Intinya, bangunlah tempat kerja senyaman mungkin, agar Anda juga bisa bekerja secara nyaman.

d. Bebas menentukan harga proyek

Dengan jadi seorang freelancer kita bisa menentukan sendiri harga proyek yang dikerjakan, misalnya berdasarkan :

  • harga proyek yang diselesaikan,
  • lamanya pengerjaan,
  • atau aturan lainnya.

Intinya, harga proyek bisa ditentukan sendiri dan tanpa ada potongan-potongan lainnya. Kecuali mungkin Anda bekerja sama dengan teman sesama freelance dalam mengerjakan suatu proyek.

e. Punya kesempatan untuk belajar hal lain

Aktivitas kerja kantoran yang padat, bikin waktu luang kita makin tak leluasa. Padahal waktu luang tersebut dapat dipakai untuk belajar hal lainnya yang lebih bermanfaat. Bila Anda jadi seorang freelancer maka akan punya banyak waktu untuk belajar hal lainnya. Misalnya Anda saat ini telah menguasai Photoshop, maka waktu luang dapat dipakai untuk belajar CorelDraw. Sebenarnya bukan hanya itu, Anda pun dapat belajar marketing, supaya mempermudah dalam menawarkan keahlian yang dipunya.

f. Menjadi bos bagi diri sendiri

Menjadi seorang freelance itu seolah jadi bos bagi dirinya sendiri. Karena tak ada yang perintah sana perintah sini. Semua pekerjaan dapat dilakukan sesuai keinginan. Anda ingin bangun siang hari, kemudian mengerjakan proyek, semua dapat dilakukan secara fleksibel.

g. Sisi finansial

Bila dilihat dari sisi finansial tentunya seorang freelance akan memperoleh untung lebih, karena biasanya bekerja berdasarkan proyek. Tentunya penghasilannya bisa jauh lebih besar dari karyawan tetap di kantor. Tapi Anda pun harus siap, bila tak ada proyek sama sekali.

h. Hasil kerja yang memuaskan

Karena banyak waktu untuk mengerjakan proyek dan ide-ide kita bisa lebih didengar, tentu hasilnya juga bisa lebih baik lagi. Dan tentunya hal ini akan bikin klien puas atas hasil kerja kita.

Kerugian Menjadi Tenaga Freelance

Kalau tadi kita sudah membicarakan mengenal kelebihannya, berikut ini kita bicarakan juga mengenai sisi lain jadi seorang freelancer.

a. Harus siap dengan penghasilan yang tidak menentu

Seorang freelance mesti siap dengan penghasilannya tak menentu, berbeda dengan pekerja kantoran yang setiap bulan pasti gajian. Bulan ini bisa order mungkin bulan depan belum tentu dapat. Di samping itu proyek yang dikerjakan pun tak punya kisaran harga yang sama. Ada proyek besar tentu untung besar, proyek kecil tentu untungnya pun kecil. Untuk itu Anda mesti pintar-pintar dalam hal pengeluaran atau pengelolaan keuangan.

b. Proyek dicari sendiri

Risiko lain yang mesti dihadapi oleh seorang freelance yaitu harus mencari proyek sendiri. Oleh sebab itu seorang freelance mesti punya jaringan pertemanan yang luas. Baik pertemanan secara online ataupun offline. Anda pun mesti siap untuk jadi orang ketiga dalam menerima pekerjaan ini. Maksudnya, jika proyek tersebut tidak langsung diterima oleh Anda, biasanya suka ada filter harga.

c. Harus siap bersaing

Jadi seorang freelancer pun mesti siap bersaing dengan freelance lainnya. Dan tentunya harus dapat bersaing dengan perusahaan yang telah bermerek. Dalam hal ini kita harus menunjukkan karya terbaik, supaya memperoleh penghargaan yang lebih baik.

d. Pintar mengatur waktu

Seorang freelancer juga harus pintar-pintar dalarn mengatur waktu. Khususnya bila Anda telah menandatangani proyek yang dibuat berdasarkan deadline. Bila melanggarnya tentu klien akan merasa kecewa dengan hal tersebut.

e. Tidak memiliki kekuatan hukum

Menjadi seorang freelancer memang tak punya kekuatan hukum, karena tak berdiri pada sebuah perusahaan. Tapi bisa saja Anda bekerja sama dengan teman yang punya bendera sendiri. Ini memang dibutuhkan. misalnya saja saat Anda memperoleh proyek yang berasal dari pemerintah atau perusahaan besar.

f. Harus berprofesi ganda

Berbeda dengan lingkungan perusahaan yang punya banyak karyawan, sehingga tiap bidang sudah ditangani oleh masing-masing karyawan. Untuk pekerja freelancer tentu tak demikian. Seorang freelance mesti merangkap beberapa profesi. Seperti jadi marketing, online support, customer service (CS), accounting dan yang bertugas menjalankan proyek tersebut. Apapun itu memang mesti dilakoni. Karena risiko seorang freelance yaitu jadi seorang pekerja yang individualis.

Sekian info berkaitan dengan untung rugi jadi seorang freelancer yang perlu diketahui, kami harap post ini membantu kalian. Kami berharap post pekerjaan freelance ini disebarluaskan supaya semakin banyak yang mendapat manfaat.

Referensi :

Ternyata belajar internet itu mengasyikan, apalagi bisa punya penghasilan 20 jutaan per bulan... rasanya gimana gitu... Tapi gimana cara belajarnya?? Klik gambar di bawah untuk dapat solusinya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *